2014-mv-agusta-f3-800c

Advertisements

CARA BERBAGI PRINTER MELALUI INTERNET

KOMPUTER INDUK/UTAMA YANG PUNYA PRINTER
1. DARI TAB MENU START PILIH KONTROL PANEL
2. KEMUDIAN MUNCUL KOTAK DIALOG PILIH NETWORK AND SHARING CENTER (KLIK)

Image
3. TAMPIL KOTAK DIALOG SEBAGAI BERIKUT PILIH CHANGE ADVANCED SHARED SETTING

Image
4. TAMPIL KOTAK DIALOG CAHNGE SAHRING OPTION SEBAGAI BERIKUT KLIK OPTION OFF TURN OF PASSWORD PROTEKTED SHARING (OPTION YANG LAINNYA POSISI ON)

Image
5. SETELAH DIPILIH OPTION TURN OFF PASSWORD PROTECTED SHARING MAKA LANGKAH SELANJUTNYA PILIH TAB SAVE AND CHANGE.

KOMPUTER LAINNYA YANG INGIN MEMAKAI PRINTER INDUK
1. DARI TAB MENU START PILIH DEVICE AND PRINTER
2. KEMUDIAN MUNCUL KOTAK DIALOG SEBAGAI BERIKUT PILIH TAP ADD PRINTER SETELAH MUNCUL PILIH TAB ADD A PRINTER YANG ADA DI MENU ATAS UNTUK WINDOWS SEVENT

3. SETELAH KITA PILIH TAB ADD A PRINTER MAKA AKAN MUNCUL KOTAK DIALOG SEBAGAI BERIKUT PILIH ADD A NETWORK WIRELES OR BLUTOOTH PRINTER

ImageImage
4. SETELAH KITA PILIH ADD A NETWORK WIRELESS OR BLUETOOTH PRINTER LANKAH SELANJUTNYA PILIH AJA NEXT…NEXT…NEXT SAMPAI HABIS, SELESAI DEH KOMPUTER SUDAH BISA DIPAKAI

IJIN SENJATA API

PERSYARATAN PENGURUSAN SIPPSA
( Surat ijin pinjam pakai penggunaan senjata api untuk satpam dan polsus )

 Image

1. Surat Permohonan

2. Foto Copy KTP + KK + Kartu Pegawai / Anggota Satpam

3. Surat Keterangan Kesehatan

4. Surat Keterangan Menembak ( Minimal kelas III )

5. Surat Keterangan Hasil Psikologi

6. Surat Keterangan Jabatan

7. Foto Copy 2 x 3 = 4 Lembar

8. Riwayat Hidup, Singkat

9. SKCK dari Poltabes / Res / Ta Setempat

10. Surat Keterangan Hasil Cek Fisik SENPI

DASAR :

SKEP KAPOLRI NO. POL : SKEP/82/II/2004 TANGGAL 16 FEBRUARI 2004 TENTANG PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN SENJATA API NON ORGANIK TNI / POLRI

SKEP KAPOLRI NO. POL : SKEP/1008/XII/2004 TENTANG PNBP DILINGKUNGAN POLRI

SUBHANALLAH DAN MASYA’ALLAH

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaykum sahabat tawazun

Kali ini kami akan memulai kembali dakwah blog kami yang sudah lama sedikit tertinggal zaman..
Insya Allah kami akan membahas sesuatu yang sering terjadi di sekitar kita. Ya ini mengenai kata-kata yang sangat sering kita ucapkan sebagai umat muslim, namun banyak sekali terjadi kesalahan atau salah waktu dalam pengucapan.
Ya kata yang kami bahas kali ini mengenai Subhanallah Dan Masya’Allah. Mungkin sahabat Tawazun sangat sering mendengar bahkan mengucap kedua kata ini. Tapi apakah rekan yakin telah mengucapkan dengan benar dan disaat yang benar.

Subhanallah (Maha Suci Allah)

Yang pertama akan kita bahas mengenai penucapan Subhanallah. Tentu dalam sehari-hari kata ini sangat sering kita ucapkan sebagai pengungkap rasa kagum, bahagia, ataupun atas suatu kesan positif yang didapat. Namun tahu kah saudara, sebenarnya kata ini seharusnya diucapkan sebagai koreksi atau perbaikan atas sebuah kesalahan atau hal buruk.

Kita ambil contoh sebagai berikut, dalam Al-Quran banyak sekali dituliskan didalamnya mengenai kata ini. umumnya sebagai koreksi atau perbaikan :

  1. “Mereka (orang-orang kafir) berkata: “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya “(QS Al-Baqarah : 116)
  2. “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara “(QS An-Nisa :171)

Selain itu masih banyak lagi hal yang disebutkan didalam Al-Quran mengenai penggunaan kata Subhanallah/Subhanahu (Maha Suci Allah). Contoh lainya adalah pengguanaan sehari-hari dalam shalat berjamaah. Apabila imam salah dalam gerak shalatnya maka makmum akan mengucap Subhanallah. 

 Masya’Allah (Atas Kehendak Allah)

Selanjutnya kita menggunakan kata Masya’Allah. Sebelum membahas kata ini kita harus membedakan dahulu cara pengucapan maupun penulisanya. Kata Masya’Allah yang kita bahas 
(ما شاء الله) dengan kata MasyAllah (مشى الله)

 tentu kedua kata ini memiliki makna yang berbeda. Yang awal berarti Atas Kehendak Allah, dan yang kedua berarti Allah Berjalan.

Mari kita simak penggunaan kata ini dalam Al-Quran.

“Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan ” (QS Al-Kahfi : 39)

Dari ayat Alkahfi 39 tersebut dapat dilihat bahwa sesungguhnya kata Masya’Allah itu kita gunakan sebagai kata untuk mengungkapkan kekaguman, bukanlah sebuah keburukan. namun dalam sehari-hari sangat sering sekali kita salah dalam menggunakanya.

 Sekian dulu ya sahabat Dakwah Tawazun, semoga ini dapat membuat kita semakin hidup stabil dan tidak salah dalam bertindak. Akhir kata Kami mohon maaf, karena sesungguhnya kesalahan datang dari diri kami pribadi dan kebenaran semuanya datang dari Allah

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
 
Diposkan oleh